Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 02 April 2011

PERAN CHINA CENTRAL TELEVISION (ㅊㅊㅌㅍ) BAGI DIPLOMASI REPUBLIK CHINA


PERAN CHINA CENTRAL TELEVISION (ㅊㅊㅌㅍ) BAGI DIPLOMASI REPUBLIK
CHINA[1]

 PENDAHULUAN
            China adalah suatu negara dengan perekonomiannya yang melejit jauh dibandingkan negara-negara lain, China semakin menggepakkan sayap-sayap perekonomiannya kebelahan dunia lainya tidak terkecuali Indonesia, bahkan ketika terjadi krisis global 2008 yang begitu dahsyat mengguncang perekonomian negara di seluruh belahan dunia, pertumbuhan ekonomi China masih tetap cemerlang, berbeda dengan negara-negara besar seperti Amerika, Australia, Perancis Dll yang bahkan mengalami pertumbuhan negatif. nampaknya tidaklah sempurna apabila suatu negara besar tidak mempunyai media yang bisa membantu negara dalam segala urusan, maka dari itu lewat China Central Television (CCTV) China berusaha menjadi balancer bagi media barat seperti CNN, BBC, VoA, Al-Jazira dan lain-lain, terbukti dengan peluncuran CCTV 9, siaran Internasional yang berbahasa Ingriss, China juga meluncurkan siaran yang berbahasa Rusia, Arab Dll.
             Pertarungan media China dan sejumlah media barat lainnya dalam menarik hati pemirsa  sangat menarik untuk dikaji, dan bagaimana peranan CCTV dalam meningkatkan diplomasi China terhadap dunia luar. bukan hanya menjadi balancer terhadap media barat lainnya, ternyata sedikit demi sedikit CCTV mulai mengkoreksi keadaan yang ada di negara panda itu, walaupun tidak sesignifikan media barat lainnya.

SEJARAH CCTV
Pada awalnya CCTV di kenal sebagai Peking Television, broadcast pertama kalinya pada 2 september 1958 hanya pada hari-hari tertentu seperti selasa, kamis dan sabtu. reformasi ekonomi China memberikan angin segar terhadap pertelevisian di negara panada itu sehingga pada 1 May 1978 kemudian berganti nama menjadi CCTV (China Central Television), di akhir tahun 1970an CCTV hanya disiarkan pada sore hari sampai tengah malam, ketika liburan summer dan winter ditayankan pada siang hari. Pada tahun 1987 CCTV menjadi pioneer TV China drama yang masuk pasar global bahkan CCTV telah meng-expore 10,216 program untuk 77 televisi luar negeri[2]. sekarang CCTV berkembang sangat pesat sehingga saat ini mempunyai 19 channel  mempunyai program yang berbeda-beda ditiap channelnya ;  
   
Chanel
Program
CCTV 1
CCTV 2
CCTV 3
CCTV 4
CCTV 5
CCTV 6
CCTV 7
CCTV 8
CCTV 9
CCTV 10
CCTV 11
CCTV 12
CCTV
CCTV
CCTV
CCTV E
CCTV F
CCTV
CCTV HD
-      General
-      Finance
-      Art and Entertainment
-      International ( in Chinese)
-      Sports
-      Movie
-      Military/ Agriculture
-      Tv Series
-      International ( in English )
-      Science and education
-      Chinese Opera
-      Law
-      CCTV News
-      CCTV Children
-      CCTV Music
-      International ( In Spanish)
-      International ( In French)
-      International ( In Russian)
-      High defenition


            CCTV mempekerjakan sekitar 10.000 orang dan memiliki pendapatan tahunan 120.000.000 ¥ yuan pada tahun 2006, CCTV  berada langsung dibawah pengawasan Administrasi Negara Radio,FIlm dan Televisi yang pada gilirannya tunduk kepada Dewan Negara Rebublik Rakyat China[3]. Sehingga penyiaran CCTV lebih condong kearah bagaimana CCTV menjadi tool peningkatan soft power  Negara China, akan tetapi dengan adanya CCTV ini lambat laut masyrakat China mendapatkan influence dari dunia luar sehinga yang ternyadi adanya masyarakat terdidik, terkadang berita CCTV menyiarkan berita-berita yang bisa memberikan masukan kepada pemerintah. Zhu seorang reporter mengatakanan pada 10 April 1998........ about the extremely high price of electricity for farmers in the countryside of Jilin Province—higher than those living in urban areas. He said he began to be aware of the problem when he visited Henan and Anhui a year before. The ‘Focus’ reports gave him a strong impression as to what the government should do about it. Later, the government decided to appropriate over 100 billion yuan (RMB) to rebuild the electricity network in the countryside, and to equalize the cost of electricity in rural areas with the price charged to city-dwelle.[4]. Media sudah mulai menyoroti sesuatu yang kurang relevant akan media juga dituntut oleh pemerintah agar setiap pemberitaannya tidak menjatuhkan kredibilitas pemerintah baik ditingkat domestic maupun internasional.

SUMBER PEMASUKAN
Pada pertengahan tahun 1990an CCTV sebagian income-nya berasal dari sector komersial Li Xioping dalam researchnya mengungkapkan ; The largest source of funding for Chinese television has changed from government subsidy to commercial revenue. As government funding for television is less abundant, TV channels are forced to raise income on their own, and, consequently, they rely mainly on advertising revenue and sponsorship. From the mid-1990s, CCTV has become almost totally dependent on commercial revenues. In 2000, CCTV was able to raise 5.5 billion yuan from private sources (RMB) (US Indeed CCTV pays more in taxes and for philanthropic efforts than it receives in funding from the government.$662.65 million) while the government contribution was a mere 30 million yuan (US $3.61 million)[5].
Li Xioping juga menjelaskan minimnya sumbangan dari pemerintah yaitu hanya sekitar 0,5%, akan tetapi konten berita tidak boleh sembarangan, harus selalu sealur dengan kepentingan nasional China terutama pada pemberitaan Internasional, berita yang mencerminkan kehebatan negara China, baik dari segi budaya, ekonomi.
Sungguh siasat yang sangat cerdik sekali, media besar seperti CCTV ini di upayakan agar bisa mendapatkan dana sendiri, akan tetapi pemerintah menuntuk banyak, intervensi pemerintah masih sangat dominan atas mana yang pantas dan yang tidak untuk disiarkan di CCTV menyangkut kredibilats China, sensorsip demi mendapatkan output berita tidaklah sembarangan, sehingga tidak mengherankan apabila berita-berita CCTV menjadi tool untuk menigkatkan bargaining positionnya di kanca perpolitikan dunia,seharusnya pemerintah Indonesia belajar banyak mengenai media massa, apabila ingin meningkatkan daya bargainnya terhadap Negara lain, Indonesia harus menguasai opini global sehingga bisa mempengaruhi sikap dan tindakan mereka.
SIFAT PEMBERITAAN
CCTV adalah stasiun televisi yang mempunyai banyak jaringan yang terus bertambah seiringnya waktu, setidaknya ada 19 chanel baik nasional maupun internasional, mayoritas setiap channelnya menyiarkan 24 jam.
Secara teori CCTV berada di bawah kendali langsung pemerintah dan merupakan corong suara pemerinah, tetapi market ekonomi memaksa  CCTV untuk mengadakan reformasi secara fundamental[6],terutama dibidang pemasukannaya, control pemerintah sedikit-demi sedikit tergerus, akan tetapi contain siaran CCTV tetap berkiblat dan tidak boleh bertentangan dengan national interest China. Peran control CCTV terhadap pemerintah sangat lemah, CCTV hanya bisa mengkritik kebijakan – kebijakan kecil atau jajaran pemerintah ditingkatan local.
Dilihat dari sisi containnya, Setiap chanel siaran CCTV berbeda dari satu dan yang lainnya. Semisal, CCTV 1 yang containtnya sangat beragam. CCTV 4 menyiarkan tentang berita internasional dalam bahasa China, sedangkan CCTV 9 menyiarkan berita internasional dalam bahasa inggris dll.
Sebuah survey yang dilakukan oleh TheEUonAsia menyebutkan bahwasanya hasil survey menunjukan siaran CCTV terhadap EU sangatlah netral terlihat dari table berikut :

Sifat pemberitan CCTV terhadap Europe

Country
Positive
Netral
negative
Mainland China
03
109
          -
         
Isi pemberitaan tentang :
Country
political
economic
Social
environment
Mainland China
72
20
18
2

Pemberitaan tentang Politics:
Country
Internal
eksternal
Mainland China
6
66

Politic-eksternal
Counntry
Anti-Nuclear Deal with Iran
EU-China
Israel Lebanon Conflict
EU-Palestine
Mainland China
23
14
08
06
Source :Asia-Uerope Foundation, Des 2006[7]

Konten dari siaran CCTV lebih banyak membicarakan tentang politic, kemudian ekonomi, disusul social, sedangkan masalah lingkungan sangat minim sekali. Survey ini juga menunjukkan bahwasanya pemberitaan CCTV lebih cendrung membicarakan tentang eksternal Negara ketimbang internal Negara China sendiri, sedangkan untuk political eksternal sendiri CCTV banyak memperbincangkan tentang Anti-Nuclear deal with Iran.

PERAN CHINA CENTRAL TELEVISON (CCTV)
Media di Cina memiliki pengaruh yang besar yaitu pada opini publik dan politik China. Sun yusheng yang juga merupakan wakil presiden CCTV menjelaskan bahwa China Central Television (CCTV) berbeda dengan berbagai media barat. CCTV merupakan media milik negara akan tetapi media ini mendapatkan dana dari pasar. CCTV juga bergerak ke arah independen tentang pengembagan program dimana saat ini ada 36 saluran yang pendapatannya dari pasar dan iklan, bukan langsung pendanaan pemerintah.[8]
Stasiun televisi China Central Television akan menyiarkan berita, program hiburan dan budaya, 24 jam per hari. Ini merupakan rencana pemerintah China untuk mempromosikan sudut pandang negara komunis tersebut dengan mendorong media yang dikontrol pemerintah ke mata dunia. Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, pemerintah China mengatakan bahwa sejumlah media asing salah menggambarkan China, sehingga pemerintah mengekang medianya sendiri. Prinsip CCTV adalah untuk menjadi nyata, objektif, akurat, dan transparan. CCTV akan menyajikan China yang yang sebenarnya kepada dunia. pemerintah tidak secara rutin menyensor media China, akan tetapi Pemerintah juga menerapkan pembatasan ketat kepada media terkait peristiwa yang bisa mereka liput.[9]
CCTV-9  yang diluncurkan pada 25 september 2000 adalah saluran berbahasa Inggris yang telah mengglobal dengan tayangan 24 Jam meiliki peran yaitu untuk menyediakan berita dan informasi tentang China, Taiwan, Hongkong, dan Makau yang sejalan dengan kebijakan pemerintah. Kedua, yaitu untuk menyediakan berita dan informasi tentang urusan dunia dari perspektif China. Saluran siaran TV tersedia secara global melalui satelit, kabel, dan internet dimana target penontonnya yaitu orang dalam dan luar China. Media ini memainkan peran yang sangat penting dalam Xuan wai atau yaitu “Publisitas eksternal” yang memproyeksikan China di mata internasional yang oleh Joseph Nye (2004)  disebut “ Soft Power”. China memang menjadi negara yang berkibar dimata internasional hal ini dapat terlihat dengan bengkitnya media di China dalam hal ini CCTV yang dibawa untuk menggambarkan citra China di mata di mata internasional.[10]
Dalam diskusi pertemuan konferensi media internasional di Kopenhagen Denmark, ada pertanyaan yang ditujukan untuk media di China yaitu, bagaimana peran CCTV terhadap pemberitaan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk disiarkan? Dan bagaimana pengaruh sensor pemerintah terhadap CCTV?. Maka jawabannya oleh Sun Yusheng menunjukkan bahwa politik China telah membawa perubahan besar. Media harus membimbing masyarakat. Media memiliki kewajiban untuk membiarkan orang tahu apa yang menjadi haknya untuk tahu. CCTV tidak yakin tentang kebenaran suatu informasi, oleh karena itu CCTV berhati-hati untuk melaporkan suatu informasi. “Inilah perbedaan barat dan china” pungkasnya, CCTV tidak melaporkan apa yang langsung didengar.[11]
Dari sudut pandang Cina, Barat terlalu mendominasi. Menurut Falk Hartig, Ilmuan jerman yang telah lama meneliti sistem di china. tujuan peluncuran ini untuk membawa suara Cina ke kancah internasional."Hartig sendiri tidak asing dengan Kantor Berita Xinhua. Ia pernah bekerja di Biro Beijing selama dua tahun sebagai editor Bahasa Inggris."Masalah terbesar di sini adalah investasi lebih besar untuk kuantitas. Padahal jika ingin menarik penonton dari negara-negara Barat, Cina juga harus mengutamakan kualitas. Kualitas jurnalisme di Cina dan negara Barat masih sangat berbeda."Walau begitu, ambisi Cina memperluas medianya tidak bisa dihentikan.
Profesor McDonald dari universitas Auckland yang juga bekerja untuk CCTV, organisasi media Cina lainnya.Ia mengatakan dari pengalamannya, Cina tidak punya agenda jelas dalam membangun kerajaan media, selain melihatnya sebagai simbol kekuasaan."Cina kembali menjadi kekuatan super, bukan kekuatan super baru. Sangat penting secara simbolis bagi Cina suaranya didengar."Tapi media Cina tetap meraih sukses di luar negeri.Xinhua menjadi sumber berita utama di Afrika, berkompetisi dengan CNN dan BBC, dengan menawarkan siaran berita yang lebih murah.Namun, negara Baratlah yang benar-benar ingin ditaklukkan Cina. Profesor Mc Donald mengatakan Cina juga harus menggenjot program yang lain, jika benar-benar ingin suaranya didengar."Jika Cina ingin membuat program yang menarik penonton luar negeri, mereka harus membuat ficer, program dokumenter dan program seni. Karena inilah jenis tontonan yang disukai penonton di luar negeri. Walaupun secara tidak langsung, tapi lewat program tersebut Cina tetap bisa memunculkan pandangannya.
ALAT PERLUASAN PENGARUH CHINA
Terlihat begitu antusias negara tirai bambu ini untuk menunjukkan pada dunia bahwa dari sisi media yaitu dalam hal ini CCTV sebagai simbol kekuatan China dalam pengaruhnya ke luar, yang mampu menarik perhatian dunia sebagai referensi informasi. Perluasan area jangkauan CCTV pun terus di tingkatkan. Di tahun 2009 China akan melaunching sebuah channel TV berbahasa Arab. Channel berbahasa Arab tersebut merupakan bagian dari program stasiun CCTV yang akan menyiarkan program-program berita, hiburan dan kebudayaan. Channel berbahasa Arab tersebut akan mengudara selama 24 jam penuh. Ini merupakan promosi pemerintah China yang telah melakukan kontrol terhadap internet.[12]pernyataan Zhang Changming, Wakil Presiden CCTV mengatakan : "Kami berharap dengan adanya program ini dunia akan mengetahui China secara lebih baik”. Program  baru berbahasa Arab oleh CCTV dapat diakses paling tidak 300 juta orang di 22 negara yang berbahasa Arab yang dikenal dengan negara-negara Middle-East. Dalam konteks munculnya CCTV di area Timur Tengah, yaitu sebagai bentuk persaingan CCTV terhadap  BBC yang juga telah membuka channel berbahasa Arab. Dan pada September 2009 CCTV juga merencanakan akan melaunching sebuah channel berbahasa Rusia.
            Pengaruh Cina di Afrika akan makin kuat di Afrika setelah stasiun televisi milik Beijing, CCTV, melebarkan sayapnya ke benua tersebut. Siaran dan operasi CCTV dipusatkan di Nairobi, ibukota Kenya. Ekspansi ke Afrika adalah bagian dari upaya CCTV untuk menjadi pemain penting di dunia media. Sebelumnya CCTV membuka kantor perwakilan di Moskow, Rusia. Duta Besar China untuk Kenya, Liu Guangyuan mengatakan, rakyat China sangat tertarik dengan Afrika. “Media China hadir di Afrika untuk membantu rakyat China belajar tentang Afrika. Juga ada keinginan untuk lebih banyak mengulurkan bantuan untuk Afrika. China banyak mengimpor bahan mentah dari Afrika sementara di sisi lain China banyak membangun infrastrukur. China saat ini adalah mitra dagang Afrika terbesar dengan perdagangan antara kedua pihak mencapai US$110 miliar dan juga  Liu mengatakan “ China ingin belajar dari kemajuan yang telah dicapai Afrika, khususnya di bidang kebudayaan. “Kebudayaan Afrika sangat menarik.[13]












[1] Disusun oleh Fadhor Rohman Jurusan Hubungan Internasiona 2008 Universitas Muhammadiyah Malang
[2] www.CNTV.com diakses pada tanggal 24 Desember 2010
[3] Ibid.
[4] Lia Xiaoping,Significant Changes in the Chinese Television Industry and Their Impact in the PRC: An Insider’s Perspective, Center for Northeast Asian Policy StudieThe Brookings Institution ,August 2001
[5] Ibid
[6] Ibid Lio Xioping.
[7] Asia-Uerope Foundation, Bingran DAI, Shuangquan ZHANG Fudan University, China Des 2006
[8] Penjelasan ini disampaikan oleh Sun Yusheng, Wakil Presiden CCTV, pada konferensi International Media Support, National Denmark, Kopenhagen 28 November 2008, diakses melalui website www.unesco.dk
[9] Vivanews.com diakses pada tanggal 21 Desember 2010
[10] Diakses dan diterjemahkan dari www.international encyclopedia of communication.com
[11] ibid
[12] www.wordpress.com diakses pada tanggal 23 desember 2010
[13] Diakses pada tanggal 21 desember 2010 melalui situs Tribunnews.com

Tidak ada komentar: