Subscribe:

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Campur sari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Campur sari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

PEMILIHAN GUBERNUR DKI JAKARTA PUTARAN 2.

PEMILIHAN GUBERNUR DKI JAKARTA PUTARAN 2.


Pemilu Gubernur tahap pertama telah usai, dan keluarlah 2 calon yang akan bertarung untuk menduduki Jakarta 1 yakni pasangan incumbent Fauzi-Bowo (kumis) melawan Jokowi-Ahok dengan khas baju kotak-kotaknya.

Hari  ini, teparnya hari kamis tanggal 20 September 2012 merupakan hari pemilihan Gubernur putaran kedua, pemilihan gubernur kali ini sangat heboh lantaran salah satu wakil gubernur yakni Ahok merupakan turunan Tionghoa dan kebetulan beragama Kristiani, dilancarkanlah manuver-manuver politik dari pihak lawannya, isu SARA yang intinya jangan memilih keturunan Tionghoa dan pemimpin non Islam dilancarkan, dukungan dari parpolpun sangat minim yakni hanya Gerindra dan PDI-P lah yang mendukung pasangan Jokowi-Ahok, sedangkan partai besar laiinya seperti Demokrat, Golkar, PPP, PKS dll mendukung pasangan incumbent, walaupun kesannya dikeroyok pasangan Jokowi ini malah mendapatkan simpatisan dari kalangan yang menginginkan perubahan, karena gubernur lama dinilai tidak becus dalam memimpin Jakarta diperiode sebelumnya tercermin dari kemacetan, banjir yang tak kunjung usai dan daerah kumuh serta kemiskinan yang masih tinggi.
 Jokowi ini diunutngkan dengan prestasi (bahkan 10 jam sebelum pemungutan suara beliau mendapatkan penghargaa), kesederhanaan dan kejujuran dalam keshariannya serta isu sensitifitasnya soal SARA. berdasarkan polling sementara yang dirilis LSI Jokowi unggul tipis dengan perolehan 52 % suara sedangkan Foke 47,8 %.

Dalam survei yang diadakan oleh Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) terkait mayoritas warga DKI Jakarta Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta, diperoleh bahwa mayoritas warga pilih Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 3, Jokowi-Ahok. "Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, terlihat mayoritas warga DKI Jakarta memilih pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama," ujar Kepala Riset SSS, Ilman Nafian saat jumpa pers yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2012).

Memang terlihat bahwa hasilnya, Jokowi-Ahok mendapati suara terbanyak, yakni sebesar 36.74 persen, diikuti pasangan cagub-cawagub nomor 1, Foke-Nara sebsar 20.47 persen.

Kemenangan Jokowi-Ahok ini didominasi oleh berbagai hasil survei, yang menyatakan bahwa banyak warga DKI memilih pemimpin DKI berdasarkan Figur 85 persen, hati nurani 70 persen.

Lebih lanjut, Peneliti dari CSIS, J Kristiadi mengungkapkan bahwa dari hasil survei ini berdasarkan rasa kepercayaan. Menurut J Kristiadi, sosok Jokowi banyak melakukan berbagai gebrakan di Solo.

"Ini karena dia (Jokowi) berhasil menyelesaikan persoalan di suatu daerah," kata J Kristiadi

Kamis, 05 Juli 2012

PERAN CHINA CENTRAL TELEVISION (CCTV) BAGI DIPLOMASI REPUBLIK CHINA

PERAN CHINA CENTRAL TELEVISION (CCTV) BAGI DIPLOMASI REPUBLIK
CHINA[1]

 ABSTRAKSI

China is a state that has growing economic fast compare to others, China always enhance its economic by many ways such as makes free trade area with another states include ASEAN etc, making public opinion to influence global society by using mass media such as CCTV. The stability of China’s economic was proved when the global crisis in 2008, the crisis has made big countries like USA, UE, Australia got minus development in economic but not in China, China still had positive development. China aware its growing in economic is not enough if not support by making public opinion, so that china with CCTV try to influence another countries such as Africa, Middle east, and of course Asia, it’s proved by open many channels, at least there are 19 channel and each channel has their own characteristics, such as CCTV-9 is a international news that broadcast by English CCTV-4 news broadcast in Chinese etc. Now days CCTV has new broadcast in Russia, Arab, Spain etc.
            China by CCTV try be balancer to west mass media like BBC, CNN, VoA, even in Africa, the societies prefer to watch CCTV than CNN, China is a biggest partner for Africa, in this year between both countries the trade reach $110 billion. The rivalry between CCTV and west media is very good to be talked and what is the influence of CCTV its self both domestic and International.  

 Key Words  : China, CCTV, Economy     
SEJARAH CCTV

Kamis, 26 April 2012

Masih Relevankah SKRIPSI S1di Indonesia?


Masih Relevankah SKRIPSI S1di Indonesia?

SKRIPSI, apa yang kita pikirkan ketika mendengar kata “Skripsi”? pasti banyak yang bilang menakutkan, menyeramkan, menyebalkan,  membosankan, atau ada yang bilang mengasikkan? Hmm mungkin sedikit sekali yang bilang mengasikkan.  Pada hakikatnya skripsi mempunyai tujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing. Sebelum Seorang mahsasiswa menyelesaikan skripsi  jangan harap mahasiswa mendapatkan gelar sarjana, masa kuliahnya selama 3 tahun lebih sebelumnya tidak akan bermakna apa-apa sebelum menyelesaikan tugas akhir ini (maksudnya g dapet iJazah bro) 

Jumat, 25 November 2011

“Area Bebas Calo & Bebas Korupsi” BULSHIT


“Area Bebas Calo & Bebas Korupsi”  BULSHIT
Ketika Alm Gusdur ditanya tentang rencana pembuabaran MPR (Majelis Perwakilan Rakyat) ;
“Kenapa Gus mau membubarkan MPR ? kan kalo mau membunuh nyamuk tidak usahlah kita membakar rumah, cukup nyamuknya saja yang dibunuh, Tanya Kick Andi pada sebuah wawancara waktu itu, dengan santai gusdur menjawab “ya, karena rumahnya sudah dikuasai oleh nyamuk, ya mau tidak mau rumah itu harus dibakar.
Artinya institusi tersebut waktu itu menurut perspektif Gusdur sudah dikuasai oleh para koruptor-koruptor yang menghisap darah masyarakat Indonesia, jadi sudah tidak ada gunanya badan tersebut di pertahankan. Begitulah gambaran badan-badan dan birokrasi di negeri tercinta kita ini. Sudah banyak terbukti badan yang seharusnya sebagai penegak hukum seperti kejaksaan, polisi dll malah menempati urutan teratas sebagai badan yang korup. Sebenarnya aku tidak mengkampanyekan tiap institusi agar dibubarkan, akan tetapi memang kita harus benar-benar berbenah diri.
Dengan banyaknya koruptor-koruptor yang ditangkap dan maraknya kampanye soal good government setiap badan instasi pemerintahan banyak yang menggunakan sloga-slogan anti korupsi, bebas calo dll. aku sangat apresiasi dengan slogan tersebut, tapi fakta dilapangan yang membuatku apatis dengan bangsa ini.
Ini berdasarkan pengalaman pribadiku, kala itu aku diminnta bantuan untuk mengurus paspor kedua adikku yang kebetulan kembar cowok-cewek, sebagai seorang anak yang ingin berbakti kepada kedua orang dengan segenap upaya membuat paspor adikku. Dengan pakaian setengah basah karena kehujanan dalam perjalannan dari malang menuju sebuah imigrasi di Surabaya aku menulis formulir yang dijual 17 000/ pieces-nya yang seharusnya formulir itu dibagikan free bagi pemohon paspor kecuali materei. aku sadar mengurus paspor anak dibawah umur lumayan sulit karena rawan human trafficking, apalagi kedua orang tua ada diluar negeri dan tidak bisa mendampingi wawancara adik-adik, ya aku sadar itu.
Pertama-tama aku di layani oleh seorang karyawan wanita tinggi dan cantik, sepertinya dia masih karyawan baru dan tidak punya otoritas untuk mengeluarkan putusan apapun, setiap terjadi permasalahan dengan berkas-berkas dia selalu konsultasi dengan rekan kerja disebelahnya. Bertanya tak memungkinkan lagi karena antrian yang masih panjang, karyawan tadi memanggil karyawan lain yang kelihatannya lebih senior, dengan suara serak dia bertanya  “ ia ada apa mas?” ini pak mau ngurus paspor adik. “ oh, mau diurus sendiri atau seperti apa ?” aku berpikir sejenak maksud perkataan bapak karyawan tadi kira-kira apa maksudnya? Oh,langsung pikirannku teringatkan oleh oknum yang menawariku menguruskan SIM dengan kata-kata seperti itu, akhirnya aku tahu maksud bapak itu yang tak lain adalah dia akan memuluskan pembuatan paspor adikku dengan jalan belakang, bertolak belakang dengan idealisme seorang mahasiswa, dengan tegas aku mengatakan “ ya, saya urus sendiri”.
Ternyata urusannya semakin kompleks, seakan-akan aku telah menantang singa dikandanganya tanpa dilengkapi senjata. Semua dokumen-dokumen yang aku bawa dipermasalahkan, mulai dari legalisir akte, surat nikah dan dampingan orang tua, semua semakin rumit aku kalah argument dengan linkaran setan yang sudah terorganisir dan piawai dibidangnya.
Waktu operasional kantorpun sudah tutup, rasanya sia-sia sudah datang keimigrasi Surabaya dari Malang, tapi aku tak menyerah begitu saja. aku yakin masih ada sesuatu yang tak beres dengan semuanya. aku mencoba mencari celah dan kudapi sejumlah orang yang berpakain baisa, bukan baju dinas tapi memakai ID card yang berwarna kuning, siapa kah gerangan? Sebagai apa mereka disini? Pikiranku dipenuhi dengan pertanyaan curiga.
Calo yang dilegalkan
Kebetulan sekali aku bertemu dengan seorang bapak-bapak berkumis tebal dari Madura, kemudian kami berkenalan dan menceritakan perihal kesulitan saya, tak sengaja seorang penjaga parkir yang sepertinya sudah mengenal sekali lingkungan imigrasi mendengar pembicaraan kami menyelang pembicaraan.
 “oh itu sudah biasa mas, disini memang sengaja dipersulit, masnya darimana?” dari Madura pak “wah dari Madura ya, apalagi dari Madura, setiap orang Madura yang mengurus paspor disini lebih dipersulit lagi, tak tahu mengapa, berbeda lagi kalau yang ngurus itu matanya sipit, alias orang China, mudah sekali mereka buat paspor. biasanya orang yang dipersulit minta bantuan calo-calo mas” yang mana calonya pak? “itu, yang pakai ID card kuning”. Kemudian bapak dengan kumis tebal tadi menyelang “ loh, itu, slogan area bebas calo itu untuk apa??” haha itu mah hanya sebatas slogan saja, semuanya tak benar, lihat calo-calo itu, kartu kuning yang melekat didadanya itu yang mengeluarkan pihak imigrasi, mereka dilegalkan oleh pihak imigrasi, nantinya mereka akan bersinergi dalam urusan paspor, pihak imigrasi mempersulit pemohon, kemudian pemohon meminta bantuan kepada calo, calo dapat duit dari pemohon dan sang karyawan imigrasipun dmeikian.
Aku tersenyum sinis, kesal mendengar info terpercaya dari sang jukir, ingin rasaya menggigit para oknum-oknum yang menghisap darah masyarakat, mereka lintah-lintah darat yang sebenarnya. Tak cukup denga itu, aku mencoba mendekati seorang calo legal yang memakai ID card kuning.
Permisi bang, ini nih saya ada masalah, abang bisa bantu ? “ masalahnya apa mas” saya menceritakan semua permasalahn yang saya hadapi.oh ya kira-kira abang bisa bantu tidak? Kalau iya, kira-kira berapa ya bang? “surat-suratnya lengkap?” lengkap bang “coba’ saya lihat, OK saya bisa dan perorangnya Rp800.000”.
Ternyata benar apa kata jukir tadi, semuanya bisa jika diuruskan dengan calo legal dan yang paling penting punya uang banyak, sungguh scenario busuk yang merendahkan moral bangsa, harga paspor yang bisa dengan 250 ribua disulap menjadi sekian mahalnya, tak berhenti disitu,saya melanjutkan pertanyaan yang belum calo legal itu tahu.
Oh ya bang, adik saya ini kedua orang tuanya ada diluar negeri lho, jadi tidak bisa mendampingi wawancara, tapi saya kakak kandungnya, satu KK juga kok, saya juga punya paspor dan saya yang akan bertanggung jawab semua, karena saya yang akan mengantar adik saya menemui kedua orang tua sekalian liburan. Dia mengkerutkan wajahnya dan berkata “oh, kalo begitu saya bawa berkas-berkasnya kedalam dulu, saya konsultasikan ke karyawannya dulu” ok silahkan dibawa, sekitar sepuluh menit kemudian dia datang dengan muka taj bersalah dia berkata “wah kalo seperti ini perorangnya Rp.1.500.000,- mas jadi dua orang 3.000.000,-, yang wawancarai saja minta 500.000 per orang“
Hatiku semakin sakit mendengar perkataan calo tadi “ yang mewawancarai saja minta 500.000 perorang”. Inilah alasan mengapa setiap urusan dipersulit, alasannya hanya satu karena mereka ingin disogok dan minta disogok. Ini alasan kenapa para investor-investor itu berpikir dua kali untuk berinvestasi di Idonesia.
Indonesia ibaratnya Islam, tak akan hancur kecuali orang dalam sendiri yang menghancurkannya. INDONESIA mari berbenah, jangan biarkan  mereka kehilangan nasionalisme-nya gara mereka dipersulit untuk mendapatkan hak mereka sendiri. Coba kita renungkan, jangan-jangan ini salah satu alasan mereka berpindah kewarganegaraan ketika mendapatkan kesempatan pindah waganegara seperti paman seorang temanku yang apatis pada indonesia dan kemudian pindah kewarganegaannya.

Oleh: Fadhor Rohman

Rabu, 23 November 2011

Pengalaman Lintas Negara ( Malaysia, Singapore, Thailand)


Pengalaman Lintas Negara ( Malaysia, Singapore, Thailand)
#Part 1 (Malaysia)
Dinginnya malam Malang jam 24.00 tak menyurutkan semangat rombongan 54 mahasiswa Hubungan Internasional Malang untuk berangkat menuju bandara Djuanda Surabaya untuk mengikuti SE ke Malaysia, Singapura dan Thailand. Jalan raya terlihat sepi hanya truk-truk besar yang melintas jalan  Malang-DJuanda, perjalanan malam memang tak seperti siang yang selalu padat oleh lalu lalang aktifitas truk berat, motor maupun mobil pribadi. walaupun demikian kami masih tak bisa tidur  nyenyak, sesekali ban mobil masuk dalam kubangan-kubanagan aspal yang tak kunjung diperbaiki, atau memang mereka, para dewan-dewan rakyat ataupun pemerintah pura-pura tak punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengarkan ironisnya negeri ini. 
Negeri yang berpenduduk terbesar di ASEAN bahkan separuh penduduk ASEAN adalah rakyat Indonesia. Dengan logika tersebut pemasukan dari pajak-pajak tanah dan kendaraan berlimpah ruah sehingga digunakan untuk membangun infrasrtruktur fasilitas umum seperti jalan raya, tol dan lain sebagainya belum lagi SDA yang berlimpah, namun tak tahu entah kemana pemasukan pemerintah yang konon dari rakyat untuk rakyat itu. 
Pengalaman spiritual diatas pesawat
Tepat pukul 5.30 pesawat sudah siap take off, indah sekali melihat sunrise yang muncul dibalik pesawat bermotif putih dengan tulisan khas merahnya, ini baru kali pertama bagiku menikmati sunrise dari atas pesawat, matahari dan pesawat seperti sejajar tinggi sehingga terasa jelas indah pemandangan dipaagi itu,   tak semua orang  bisa menikmati pemandangan langka seperti ini, kecuali orang-orang yang berada didekat jendela samping kanan pesawat. Sungguh pemandangan indah, setara dengan menikmati sunrise di tengah laut, diatas perahu yang pernah kunikmati dahulu. Perlahan tapi pasti pesawat mulai di take off, gemuruh mesin pesawat yang semakin bergerak keatas dan terus keatas hingga hanya terlihat atap-atap rumah kuning kemerahan. 
Semakin lama pesawat terbang semakin tinggi dan akhirnya tak terlihat kemerahan-merahan atap rumah berubah menjadi putih bersih tertutupi oleh awan bak salju memutih, aku takjub melihat pemandangan dipagi yang cerah. Aku seperti melihat kerajaan-kerajaan dilangit, dengan singgah sana putih bersih, awan-awan seperti membentuk formasi bak kerajaan jaman dahulu, mereka berkejaran silih berganti, terlintas di benakku sepenggal ayat Al-Quran yang ditulis berulang-ulang dalam Al-Qur’an “fabiayyi ala irrobbikuma tukadziban” maka nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan. 
Sungguh besar karunia -Nya, dilihat dari jauh isi bumi terlihat semakin kecil dan semakin kecil, artinya kita tidak ada apa-apanya, tidak pantas bagi kita menyombongkan diri karena peradaban yang berhasil kita bentuk, kemajuan teknologi yang manusia buat membuat kita terkadang lupa diri, kebesaranNya tak mungkin bisa tertandingi. Sikap yang terbaik bagi kita adalah tawakkal, berserah diri kepaNya, tidak sombong sekaligus tidak boleh putus asa. Jika kita berhasil menanamkan sikap tersebut insyAllah hidup terasa indah, tidak takut dan tidak putus asa dalam menjalani hidup.
University Malaysia At Glance
Setelah berjam-jam kami berbelanja di rumah coklat yang terletak di sekitar icon Malaysia, petronas atau yang dikenal menara kembar, rombongan melakukan layatan ke Universiti Malaya, Universitas yang mempunyai luas kurang lebih 900 hektar, setidaknya ada 14 asrama buat mahasiswa/i yang berasal dari luar maupun dalam negeri, disana kami di sambut dengan baik. Pihak kampus menjelaskan banyak tentang profile kampus, pertukaran pelajar bagi kampus yang mempunyai perjanjian sampai research bagi mahasiswa yang ingin mengadakan penelitian disana, setelah presentasi usai kami di ajak berkeliling mengitari kampus yang sangat luas, indah nan bersih pemandangan-pemandangan universiti Malaya.
 Keliling kampus berakhir di museum kampus yang berisi warisan-warisan budaya Malaysia, cukup mengherankan karena didalamnya berisi berbagai alat atau benda-benda yang ada di Indonesia seperti pasangan batik laki-laki perempuan, ada juga semacam wayang kulit serta alat music gamelan. Dulunya semua barang yang ada di museum tidak boleh di foto, karena dihawatirkan akan disebarluaskan, dicontoh dll, akan tetapi sekarang tak masalah, papar guide yang memandu kami.
Welcome Home
“Berkunjung ke Malaysia, kalau tidak mampir di KBRI Malaysia  seperti halnya pulang kampung tapi tidak mampir kerumah, jadi karena kalian sudah disini silahkan anggap rumah sendiri, selamat datang dikampung halaman, welcome home ”, papar atase Indonesia di Malaysia. Sungguh terasa suasana ke-Indonesiaan di KBRI Malaysia, dekorasi, muka-muka Indonesia yang sedang mengurus perijinan dan para pegawai yang berbahasa Indonesia membuat kami benar-benar serasa di Indonesia. Disana kami bisa tertawa lepas, bercanda gurau melemaskan otot-otot yang sempat tegang karena harus menjaga sikap kepada orang-orang Malaysia, seperti layaknya orang yang pergi merantau jauh dan kembali ke kampung halaman. Atase yang dahulunya sebagai dosen bahasa Ingris disebuah perguruaan tinggi di Indonesia menjelaskan sekelumit hubungan Indonesia-Malaysia dan sejarahnya.
            “ seandainya tidak ada penjajahan dijamana oleh Inggris dan Belanda dijaman dahulu, maka tidak akan ada yang namanya negara Indonesia ataupun negara Malaysia, karena memang kita adalah bangsa serumpun, nah gara-gara penjajah masuk dan kemudian ditentukan batas-batas Negara diamana tanah yang dijajah belanda menjadi Negara Indonesia, sedangkan yang dijajah Ingris menjadi Negara Malaysia, nah berangkat dari sana penyebab terjadinya pembagian wilayah”.
Bapak atase yang mempunyai sikap tegas juga membantu perintis hubungan antara BEM Universitas se-Indonesia dan BEM se- Malaysia, beliau memfasilitasi kedua belah pihak dan dalam dekat-dekat ini akan mengadakan kongres perdananya.
Anomali Bangsa Indonesia
Ketika pertama datang di KBRI saya sangat bangga kepada Indonesia, kantor KBRI kita di Malaysia terkesan rapi dan bersih, tak sembarang orang yang bisa masuk kedalam KBRI, untuk membuka pintu masuk ke aula saja harus memakai ID karyawan yang di scankan ke pintu, lumayan canggih, tapi semua terciderai ketika saya bertanya soal mushola. Pak dimana saya bisa sholat? “oh disini tidak ada dik, jadi adik harus keluar kemudian belok kanan, disana ada mushola” sangat disayangkan kantor semewah dan sebesar ini tidak ada musholanya, sudah mendarah daging setiap rumah-rumah ataupun kantor di Indonesia  ada musholanya.
Kekecewaanku tak berhenti disitu, niat sholatku kandas setelah melihat kondisi kamar mandi yang sangat jorok tak terurus, dengan segenap hati ku mencoba menutup hidungku dengan tangan kananku, tapi bau pesing yang menyengat membuatku melemahkan niat suciku untuk menunaikan kewajibanku, sangat parah, tak layak disebut kamar mandi dengan kondisi seperti itu. Kalau boleh bilang ini adalah kamar mandi terjorok yang pernah saya lihat di instansi pemerintahan. Anomaly, seharusnya para TKI yang sudah lama kerja dan tinggal di Malaysia yang sangat memnjunjung tinggi kebersihan seharusnya mampu beradaptasi dengan lingkungan, tidak usah membawa budaya kebanyakan orang Indonesia yang jorok.





Minggu, 04 September 2011

Optimalisasi Kerjasama ASEAN-PBB


Optimalisasi Kerjasama ASEAN-PBB: Prospek dan Peningkatan Peran Indonesia



Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) c.q. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan pada Organisasi Internasional (P3K OI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN c.q. Direktorat Mitra Wicara Antar Kawasan (MWAK) akan menyelenggarakan Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) dengan tema ”Optimalisasi Kerjasama ASEAN-PBB: Prospek dan Peningkatan Peran Indonesia”, bertempat di Bogor pada 15 April 2011. FKKLN ini diselenggarakan sebagai wahana untuk bertukar fikiran dan pandangan terkait kerjasama ASEAN-PBB, dan sekaligus mengumpulkan masukan bagi penyusunan rekomendasi mengenai penguatan peran Indonesia dalam kerangka kerjasama komprehensif antara ASEAN dan PBB.
Sebagaimana diketahui, sejak berdiri sebagai sebuah organisasi regional pada tahun 1967, ASEAN terus berevolusi seiring dengan dinamika perkembangan konstelasi global dan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan. Untuk itu, kerjasama ASEAN juga perlu digalang tidak hanya dengan entitas negara saja, tetapi juga dengan organisasi internasional. Salah satu yang dipandang penting adalah peningkatan kerjasama dengan PBB sebagai satu-satunya organisasi universal yang menaungi hampir seluruh negara di dunia. Dalam kaitan ini, sebagai Ketua ASEAN 2011, Indonesia memandang penting momentum saat ini untuk pengembangan dan peningkatan kerjasama ASEAN – PBB. Hal ini mengingat negara-negara anggota ASEAN pada dasarnya telah menjalin kerjasama dengan PBB. Namun kerjasama tersebut belum terintegrasi dan dilakukan secara terpisah dengan badan-badan atau organ-organ dibawah PBB.
Dalam kaitan ini, Presiden RI dalam KTT ASEAN-PBB III (Ha Noi, Vietnam, 2010) mengemukakan konsep untuk meningkatkan hubungan kerjasama ASEAN dan PBB menjadi lebih komprehensif. Peningkatan kerjasama ASEAN-PBB menuju kemitraan yang komprehensif tersebut dapat dikatakan sejalan dengan peningkatan peran Indonesia di ASEAN dalam memelihara dan menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, serta sekaligus memperkokoh peran Indonesia sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.
Rencana peningkatan hubungan ASEAN – PBB menjadi Comprehensive Partnership, saat ini tengah digodok oleh Indonesia, dan sebuah deklarasi bersama sedang disusun untuk menjadi outcome document pada KTT ke-4 ASEAN-PBB. Momentum penguatan kerjasama kedua lembaga ini dipandang sesuai dengan moto yang dicanangkan Indonesia dalam masa keketuaannya tahun 2011 yaitu ASEAN Community in a Global Community of Nations, dimana penguatan kemitraan dimaksud dapat menjadi fase evolusi berikutnya bagi ASEAN setelah terbentuknya ASEAN Community.
Kegiatan FKKLN tersebut dijadwalkan akan dibuka oleh Plt. Kepala BPPK, Andri Hadi dan diikuti dengan Keynote speech oleh Dirjen Kerjasama ASEAN, Djauhari Oratmangun. FKKLN akan menampilkan pembicara : Dubes Bagas Hapsoro (Deputy Secretary-General of ASEAN for Community and Corporate Affairs), Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar (Deputi Sekretariat Wakil Presiden Bidang Politik), Dr. Mangadar Situmorang (Ketua Parahyangan Centre for International Studies, Universitas Parahyangan), dan sebagai pembahas adalah Dubes Nadjib Riphat Kesuma (Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri - Kemenkopolhukam). Sedangkan peserta acara ini terdiri dari pejabat Kementerian Luar Negeri dan Kementerian terkait lainnya, Sekretariat ASEAN, sejumlah lembaga think thank, akademisi, LSM, media dan pemangku kepentingan lainnya. (sumber: BPPK – Ditjen KSA)

Source :
http://asean2011.kemlu.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=352%3Aoptimalisasi-kerjasama-asean-pbb-prospek-dan-peningkatan-peran-indonesia&catid=43%3Apress-release&Itemid=57&lang=en

Selasa, 02 Agustus 2011

MOTIVASI


Motivator Yance Chan
Saya pertama menemukan buku karaangan beliau tepat ketika hatiku gundah,pusing, bingung campur aduk dengan masalah yang saya alami….namun ketika membaca karya beliau yang berjudul Get Ready for Succes “ saya menemukan banyak pengalaman-pengalaman baru yang menakjubkan …Motivasi yang beliau tulis berdasarkan pengalaman hidup pribadi dan bukan hanya berdasarkan lips service belaka, beliau benar-benar mengalaminya dan kemudian mau berbagi kesesama. Salah satu kata-kata beliau yang saya suka adalah “ Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa mensukuri apapun yang terjadi dalam hidup ini, apakah itu kejadian sesuai dengan keinginan kita, ataupun kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita “..
Kata itu menganjurkan kita untuk selalu bersukur kepada Tuhan disetiap apapun yang kita peroleh dan apapun terjadi bagi kita….
Saya sharekan sedikit tentang biodata beliau :
Yance Chan lahir di Kota Jakarta, sejak kecil sudah mandiri. Saat masih berusia delapan tahun, ia telah membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. Berkat perjuangan ibunya, Yance Chan sempat mencicipi perguruan tinggi dan mendapat Diploma III di ASMI Jakarta, kemudian melanjutkan sarjananya di Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Semarang tahun 2000. Sejak remaja ia aktif mengikuti organisasi kepemudaan, dan hobi menulis sejak lulus SMA.
Secara otodidak Yance Chan belajar dari kehidupan tentang motivasi, marketing, sales, mind power, NLP, parenting, education, hipnoterapi, business coaching dan akhirnya bertemu dengan guru-guru terbaik.

Yance Chan adalah
  • Praktisi bisnis pendidikan
  • Wealth & Mindset Therapist
  • Menulis buku-buku Motivasi
  • Pendiri Yance Chan & Associate
  • Komisaris Utama Excel Center Indonesia

Beberapa buku yang ditulis Yance Chan adalah:
1.  2 Inspire U terbitan Gramedia Pustaka Utama Jakarta
2.  Get Ready for Success terbitan Gramedia Pustaka Utama Jakarta
3.  Happy Inside Brillant Outside terbitan Gramedia Pustaka Utama Jakarta 
4.  The Wise Lesson & Inspiring Words terbitan Kanisius Yogyakarta 
5.  Get Ready to Become Wealthy terbitan Gramedia Pustaka Utama Jakarta   

Spesialisasi topik pelatihan yang dibawakan Yance Chan
  • Mindset
  • Financial
  • Business
  • Parenting
Biodata diambila dari http://yancechan.com/aboutus

Sabtu, 23 Juli 2011

Curhat

Pusing mempunyai segudang masalah yang susah unutk dipecahkan, pwengen rasanya berterniak, menagis, atau ketawa ssampai mati, tapi aku sadar semuanya tidak akan pernah teratasi hanya dengan begitu, sungguh complicated, seakan-akan semua tempat membuat ku pusing dengan masalah-masalah itu, warung, tempat ku tidur dan makan itusudah menjadi tempat yang buram, trelalu banyak maalah didalamnya, masalah aryawan dengan karyawan, karyawan dengan atasan, pelayanan yang lambat, sesame atasan, huuuuu semuanya bikin ku g betah disana, karena masalahnya sudah bak benang kusut yang sulit diluruskan kembali,hohohoh apalagi warungnya sepi banget sehingga buat bayar listrik, belanja bahan makanana kita tidak bisa,,,,hah mesti belanja dan urunan lagi, belum lagi uangnya teman-teman yang pengen segera dilunasi…aaaaa gimana mau dilunasi uangku aja ada disana dah lama belum dilunasi…..Diontrakan juga gitu, kontrakan tempatku mendapatkan penghasilan lebih,,ternyata menyimpan segudang masalah juga dari konflik penghuni, penghuni dengan masyarakat sekitar serta konflik penghuni dengan salah satu owner kontrakan,,haaa mana pembagian unutngnya juga g jelas, gara-gara uangnya g tahu kemana buat belanja sebelumnya, belum lagi permasalahan anak-anak kontrakan yang susah ditagih uang kontrakannya, padahal ngontrak tapi bayarnya kayaknya tiap bulan…hhmmmmmmmmm atap kontrakan perlu direnovasi lagi karena kalo hujan mesti bocor, dan parahnya lagi mereka ngeluhn,ya ke aq,haaaaaaaaaaaaa pusing jadinya ini,,,,belum lagi tugas kuliah seminar masalah hibingan internasional yang g kunjung-kunjung selesai, gara-gara pikirannya terpecah-pecah,mana otakku udah males diajak wat mikir tugas-tugas kuliah bahkan tugas pengganti uts pun q g ngerjakan , ditambah itu ku harus selalu memastikan kalo adek2ku dirumah selalu sehat dan selalu sekolah karena mereka hanya dirawat sweorang nenek yang sudah tua. Nenek yang dulunya merawat mbakku, kakakq and aku hingga dewasa ,,,,hmmmm yah biasa anak sepasang pekerja TKI yang jarang pulang,,,ya implikasinya memang kurang kasih sayang,perhatian dan sejenisnya,,,,masalah semakin kompleks ketika nenekku yang sudah tua itu gampang sakit,,,yaaa maklum sudah tua, mesti ku disuruh pulang sama orang tua buat ngurus nenek dan adik2ku,,,mereka bilang, kmu itu sebagai pengganti aq,, yaaa secara otomatis ku bergegas pulang walo minimnya uang b Iat onkos pulang….huhuhuuhu sungguh complicated…… Dan permasalahan terbesarku saat ini gara-gara ku sudah nekat pinjem uang orang tua tanpa seijinnya sebesar 30 jutaan .haaaaaaa …..sungguh uang yang banyak seukuran mahasiswa,,,padahal uang itu disuruh deposito buat bekal dihari tua, malah dibuat bisnis,,,,parahnya lagi bisnis yang aku rencanakan 190 derajat tidak unutug , malah buntung alias merugi….haduwwwwwwwwwwwwww wal hasil uang umiku ada dimana-mana, yaaaa sekitar 15juta….mati aku…padahal sudah 5 bulan ini uangnya diluar……permasalahan semakin pelik ketika uang yang ada diorang itu susah ditagih dalihnya aq g punya uang masih…….haduwh bisa digantung kalo uangnya ketahuan orang tua,,huh padahal cita-citaku mulya..ku pengen menunjukkan ke orang tua kalo ak gsaya bisa diandalkan..hiks malah hasilnya nihil…ditambah ku harus berusaha buat dapet uang bat bayar KKN dan SE ke 3 negara,,hahahah yang jumlahnya tidak sedikit yaaaaa sekitasr 4,5 juta,,,hah uang dari hongkong itu…pusing sudah,,,,,,mana hubungan pertemananku harus rusak gara-gara ne,,temen-temen marah gara-gara ku g ikut kepanitiaan yang aq rancang sendiri….Oooooh hanya kepada Tuhan ku memintaaaa……hanya diriMU lah yang bisa membantu aku, berikanlahkekuatan oh Tuhan,,Allah yang maha Agung dan maha Bijaksana…… Teman, ini bener kisahnyata ditulis disaat ku sudah bingung mau ngapain, banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari permasalahan ini, tapi aku tidak sepenuhnya menyalahkan diriku sendiri karena aku hanyalah orang yang selalu ingin belajar untuk mandiri dan menjadi seorang yang sukses,,walo terkadang ku seperti robinhood yang merampas harta raja2 kaya demi meberi makan orang miskin…well mungki saran dan masuknya bisa di sahrekan disini….salam sukses selalu temand :)